Skip to main content

Posts

Showing posts with the label prosa
Fatamorgana Lalu ketika hari lalu berganti jadi sendu sendu kah rasaku tidak tak sesempit sisi petak kau sungguh sungguh indah di mata fatamorgana ketika hari berganti berlalu   mampukah dimensi hati membagi kegalauan air mata mengalir mengalir menganak sungai sungai ku tak layaknya amazon liar lugas tak terkawal aku  dia  mereka dan para pengawal kosong tapi penuh laron bak peron bergumam berlalu berganti tak peduli tenang riang ikuti sinar terang ketika dan hanya ditemani seandainya Nur Rochman Fatoni 30/03/2014 – 22.35

BERTANGGUNG JAWAB MENJAGA SEMANGAT

Sekarang ya jelas berbeda dari yang dulu. Dulu seakan membuka gerbang beton berangka baja yang tlah lama kaku oleh waktu; sungguh beratnya tak terurai. Dulu memang itulah ketika harus memulai. sekarang bukan lagi memulai. Sekarang adalah tinggal menjalani. Bagai telah berada di ruas jalan tuk kesana. Semua tinggal aku kan berlari, berjalan atau kadang istirahat sejenak.  Tlah kumulai dan tlah berjalan kini. Ku yakin kan sampai pada akhirnya yang indah nanti. Allah telah menyiapkan yang harus kita raih. Terus berdoa, berusaha, dan tawakal. Jaga diri, jaga hati, jaga fikiran, jaga semangat.  Aku adalah aku, Independen itu perlu. @NR_fatoni Yk, Jan22.2014: 23.29

pada hari ini

        Mengajukan Kembali Proposal Masa Depan, Ketika Kegalauan Berkecamuk di Pikiran Ketika kita merasa kebingungan. Rencana memang perlu. Tapi memang bukan kita yang menentukan. Waktu memang berjalan dengan tajam dan lugas. waktu tidak berjalan cepat sebetulnya. Hanya kita yang terkadang menghentikan atupun mengistirahatkan hak dan kewajiban diri. Ada yang bilang karena malas, bisa jadi, tapi semua hal ini, inilah kehidupan.  Ketika kita memilih sesuatu untuk difokuskan. Dan sekedar mengistirahatkan sesuatu yang lain. Apakah ini kesalahan? Apakah ini sebuah penundaan pada yang lain. Kata orang memang harus fokus pada 1 hal dulu, agar itu bisa berhasil dan sesuai yang diharpakan. Tapi sebetulnya jika dipikirkan lagi itu sedikit banyak membiarkan hal yang kita istirahtkan terselesaikan tertunda keberhasilannya. itu pilihan memang. Akan tetapi, rencana milik kita dan hasil milikNYA. Apa yang kita rencanakan terkadang tidak sesuai. Bukan tidak sesuai, tapi...