Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ide

JANGAN (pernah) KHAWATIR

Mengapa khawatir? Kita pasti punya mau. Kita punya ingin dan harap apa yang diinginkan dan diharapkan akan didapat dan akan terjadi. Mimpi tentang sebuah kejadian dan mimpi tentang sebuah apapun untuk didapatkan. Pun juga kita punya ingin agar jalan atau proses mendpatkannya adalah dengan yang kita mau. Yang baik yang enak yang ringan yang singkat yang instan, itu semua yang kita inginkan sebagai jalan yang ditempuh.  Kenapa seperti itu? Seringnya kita tidak sadar bahwa itu hanya siratan dari ego dan nafsu belaka. Nafsu yang membuat kita mempunya banyak ingin mempunya banyak impian tentang apa dan bagaimana sebuah nanti akan ditemui. Nafsu dan ego yang membuat kita khawatir, bukan benda yg kita inginkan. Jadi diri sendiri lah yang membuat kita khawatir. Khawatir, iya, khawaitr kalau yang diinginkan itu tidak didapat. Khawatir akan seperti apa nanti kalau yang ada di impian tidak terjadi. Takut lebih tepatnya akan menghadapi kenyataan. Paahal itu hanyalah keinginan, siratan dari...
30 Paspor di Kelas Sang Professor,   Itu salah satu judul buku yang baru saja buka. beberapa halaman saja yang sempat saya baca. keburu ada customer dan keburu dilihat para SA dan security dan yang lainnya malah baca di area jual.  Yang masuk dalam pikiran saya adalah to be open mided itu penting memang sekarang. Di buku tersebut penulis sebagai dosen menyebutkan tugas pertama yang dia berikan kepada mhasiswanya adalah membuat pasport. Kenapa? Pasport adalah salah satu pintu gerbang atau legalisator kita untuk berhubungan di dunia luar dengan cara yang lebih nyata.  Terus ketika sudah punya paspor, bagaimana keluar negerinya. jangan tanyakan uang. itu jawabanya. Pertanyaan tentang uang hanya akan menghalangimu untuk mendapatkan apapun yang ingin dicapai.  Selalu ada cara. Ketika pasport ada, kita akan terotomatisasi untuk mencari jalan untuk menggunakan pasportnya. Sponsor, cari tiket dan harga hotel termurah, jasa mencuci piring direstoran ketika tidak a...

Tanpa AKU

Sedang Mencari Kenapa dan Bagaimana. Hidup.  Memang tidak bisa sendiri. Tapi memang terkadang ingin sendiri. Selalu butuh. Selalu butuh diperhatikan tapi menyendiri. Sebenarnya ingin itu, semua. Mungkin termasuk orang yang perfectionist; mungkin itu jawaban kenapa merasa selalu kurang. Apakah merasa selalu kurang atau sedang belajar menyadari sendiri.  Oh, Tuhan maafkan. Yang selalu merana dan meratapi. Katanya kurang bersyukur. Sejenak mungkin itu benar. Tapi telah selalu mencoba mensyukuri. Merasa sampai pada saat ini bukan hasil dari, tetapi merasa ini barokah dan keberuntungan dariNya. Apakah telah salah atau sedang apa. Tapi inilah. Memang ini yang rasakan. Tidak bisa lagi membohongi diri sendiri. Seperti keahlian yang selalu diandalkan untuk menutupi kekurangan. Merasa. Merasa ini bukan. Tapi ini yang terjadi pada. Terlalu malu untuk frontal terbuka pada dunia dan isinya, manusianya, sekitar, mereka. Mereka yang jauh, dekat, dan akrab, apalagi sedarah. Tetap sa...