Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cowok

Pesan Cinta

Jika kamu punya cinta maka cintailah ALLAH dahulu. Dia yang punya cinta dan menyediakan cinta. Jika kamu punya cinta dekati ALLAH yang kan menggerakkan cinta. Ketika kau dapatkan cinta ALLAH, dapati sebuah cinta yang tak ternilai yang kan kamu dapati. Percayalah pada Maha Cinta, karena cinta itu juga atas kehendaknya. Semua ini milikanya termasuk rasa cinta mu dan dia yang kamu cinta. Jika kamu menginginkan kebahagiaan atas itu, maka dekati DIA dulu yang punya cinta. Sunggguh tak akan rugi kau cintai DIA dahulu, karena cinta pada makhluk saja adalah sebuah fana. Dia yang menggengga cintamu dan cintanya untuk dipersatukan dalam cinta yang menentramkan. Percayalah sungguh Sang Maha Cinta tak kan meninggalkan hambanya dengan cinta karena ALLAH. Cintai karena ALLAH. Sayangi karena ALLAH. Terima karena ALLAH. Ikhlas pun karena ALLAH. @rumah SKH ~pagi Idul Fitri 1438 H ~ saat hati resah cinta baru yang gundah ~ 25-6-2017 ~ 05:45

Paksa Aku Introspeksi

Mereka bilang iya benar. Benar mereka bilang seperti itu. Hampir semua pernah bilang itu. Aku terlalu sensitif, mudah tersinggung, mudah marah, temperamental, baper, dan masih banyak lagi. Oh ALLAH, tamparan apa lagi sebetulnya ini. sebetulnya ini luar biasa. Dengan sadar aku kembali disadarkan akan kekuranganku. Aku pernah berdoa agar aku tidak pernah merugikan orang lain. Mungkin secara langsung iya benar. Akan tetapi sifatku yang itu jelas nyatanya menggangu mengusik batin mereka dan paling tidak persepsi mereka semua luar dalam tentang diriku. Aku tak tau mengapa bisa seperti ini. Selalu alasan yang tak masuk akal yang lagi dan lagi masih kugenggam. Tapi ini memang nyata. Ini memang harus disadari. Bahwa itu aku. Itu aku dimata mereka. Harusnya ku sadar. Aku sudah sadar. Aku tahu. Aku bahkan telah bersaha memperbaikinya. Dalam benak aku berharap dukungan dan bantuan untuk lebih mengerti aku. Apakah itu namanya memanjakan sifat buruk? Aku tak tahu. Oke memang aku pertama yang h...

NAFAS SENJA

Menghela nafas Mengeja kata Bersama diantara kata Menyimpan sepi Sudahkah Menyadari sebuah sebab dan akibat Kita seperti binasa dalam senja Hilang timbul tapi tak mau lari Engkau ada Aku ada Engkau menjauhi sisi yang lain  Aku mencari sisi yang lain Berubah Tak menyangka Tapi kini seperti menunggu Mati 11/04/2017 Kampus Pascasarjana UNS R.1302 Lt.3 sepi hati ingin pergi 10.52 di kelas mereka bercanda

Aku merasakannya (lagi?)

Iya, aku merasakannya. Aku menikmati moment-moment ini. Rasa dimana aku ... ah memang aku merasakannya. Dia memang dia. Dia yang sedang mendampingiku. Dia dengan cinta dan sayangnya. Itu. Itu telah sedikit menggoreskan ukiran manis di hidupku saat ini. Aku tak mengira telah sampai saat ini aku mengecapnya.  Memang bukan aku yang memulainya. Tapi ini tetaplah indah. Terimakasih untuk telah memulainya. Aku kini akan mengusahakan untuk memulai yang lain untuknya. Lantas apa yang harus kita lanjutkan. Kita saling sepakat untuk menjalaninya dulu.  Aku yang tak menyadari ini, ternyata semua mengalir indah. Indah kurasa. Dan kuharap dia pun merasakan indah. Sedang menjalani dan ku rasa masih saling menjajaki. Aku memang belum memutuskan dan menetapkan apapun tapi aku sedang menikmati perjalanan ini. Ini memang indah. Dan dia telah membuatnya. Dia pun kifiir mungkin belum pula menetapkan dan memutuskan, atau mungkin aku juga tidak tahu. Dia bilang kenyamanan didapat ketika ...