Skip to main content

Posts

Showing posts with the label mahasiswa

Apa telah melampaui batas?

Ya bingung. sedang terjadi apa pada diriku. pendidikan tinggi master terasa membingungkan. nyatanya memang banyak yang telah bisa melewatinya. Nyatanya memang drama masing-masing berbeda. Akan tetapi cerminan perasaan dan bayangan saat skolah sarjanan dulu sangat berbeda ku rasa. Salahkah aku menyamakan diriku dan perasaan pun juga pemikiran dengan dahulu pada sekarang. tapi bukankah ini sama-sama perjuangan mengerjakan karya akhir syarat lulus. Sunggu tak menyangka sekarang begini ceritanya. Mungkin orang lain tak merasa. Tapi sungguh ku saat ini merana sendiri.  Ya ALLAH tolong hamba. Salahkah hamba memulai ini atau salahkah hamba berbuat yang berakibat pada ini. Sungguh ini kenyataan yang sulit diterima.  Nyatanya aku sendiri kesulitan menyelesaikan karya ini. Bahka untuk menyambungkan sebuh pola fikir di dalamnya pun aku seakan kebingungan.  Ingin ku berdamai dengan waktu, berdamai dengan bahasa asing, berdama dengan rasa kantuk dan malas yang menggero...

JANGAN (pernah) KHAWATIR

Mengapa khawatir? Kita pasti punya mau. Kita punya ingin dan harap apa yang diinginkan dan diharapkan akan didapat dan akan terjadi. Mimpi tentang sebuah kejadian dan mimpi tentang sebuah apapun untuk didapatkan. Pun juga kita punya ingin agar jalan atau proses mendpatkannya adalah dengan yang kita mau. Yang baik yang enak yang ringan yang singkat yang instan, itu semua yang kita inginkan sebagai jalan yang ditempuh.  Kenapa seperti itu? Seringnya kita tidak sadar bahwa itu hanya siratan dari ego dan nafsu belaka. Nafsu yang membuat kita mempunya banyak ingin mempunya banyak impian tentang apa dan bagaimana sebuah nanti akan ditemui. Nafsu dan ego yang membuat kita khawatir, bukan benda yg kita inginkan. Jadi diri sendiri lah yang membuat kita khawatir. Khawatir, iya, khawaitr kalau yang diinginkan itu tidak didapat. Khawatir akan seperti apa nanti kalau yang ada di impian tidak terjadi. Takut lebih tepatnya akan menghadapi kenyataan. Paahal itu hanyalah keinginan, siratan dari...
30 Paspor di Kelas Sang Professor,   Itu salah satu judul buku yang baru saja buka. beberapa halaman saja yang sempat saya baca. keburu ada customer dan keburu dilihat para SA dan security dan yang lainnya malah baca di area jual.  Yang masuk dalam pikiran saya adalah to be open mided itu penting memang sekarang. Di buku tersebut penulis sebagai dosen menyebutkan tugas pertama yang dia berikan kepada mhasiswanya adalah membuat pasport. Kenapa? Pasport adalah salah satu pintu gerbang atau legalisator kita untuk berhubungan di dunia luar dengan cara yang lebih nyata.  Terus ketika sudah punya paspor, bagaimana keluar negerinya. jangan tanyakan uang. itu jawabanya. Pertanyaan tentang uang hanya akan menghalangimu untuk mendapatkan apapun yang ingin dicapai.  Selalu ada cara. Ketika pasport ada, kita akan terotomatisasi untuk mencari jalan untuk menggunakan pasportnya. Sponsor, cari tiket dan harga hotel termurah, jasa mencuci piring direstoran ketika tidak a...