Skip to main content

Posts

SUDAH Ketika sudah belum menjadi sudah, dan penundaan hanya sekedar wacana. Maka waktu mungkin kan sedikit terlupa sampai pada akhirnya diri merasa perlu. Apakah arti mengadu bila rasa tak berjumpa pada asa. Mungkin memang sebuah pilu bilamana teringat akan ilmu yang tergapai. Mencapainya merupakan kesempurnaan yang sering terlelap dalam ilusi bosan. Syukur kan mungkin merupakan jawaban. Namun nyata tak selalu bersambut pada rasa. Sudah hanyalah keputusasaan yang sejatinya diharamkan.
30 Paspor di Kelas Sang Professor,   Itu salah satu judul buku yang baru saja buka. beberapa halaman saja yang sempat saya baca. keburu ada customer dan keburu dilihat para SA dan security dan yang lainnya malah baca di area jual.  Yang masuk dalam pikiran saya adalah to be open mided itu penting memang sekarang. Di buku tersebut penulis sebagai dosen menyebutkan tugas pertama yang dia berikan kepada mhasiswanya adalah membuat pasport. Kenapa? Pasport adalah salah satu pintu gerbang atau legalisator kita untuk berhubungan di dunia luar dengan cara yang lebih nyata.  Terus ketika sudah punya paspor, bagaimana keluar negerinya. jangan tanyakan uang. itu jawabanya. Pertanyaan tentang uang hanya akan menghalangimu untuk mendapatkan apapun yang ingin dicapai.  Selalu ada cara. Ketika pasport ada, kita akan terotomatisasi untuk mencari jalan untuk menggunakan pasportnya. Sponsor, cari tiket dan harga hotel termurah, jasa mencuci piring direstoran ketika tidak a...

Tanpa AKU

Sedang Mencari Kenapa dan Bagaimana. Hidup.  Memang tidak bisa sendiri. Tapi memang terkadang ingin sendiri. Selalu butuh. Selalu butuh diperhatikan tapi menyendiri. Sebenarnya ingin itu, semua. Mungkin termasuk orang yang perfectionist; mungkin itu jawaban kenapa merasa selalu kurang. Apakah merasa selalu kurang atau sedang belajar menyadari sendiri.  Oh, Tuhan maafkan. Yang selalu merana dan meratapi. Katanya kurang bersyukur. Sejenak mungkin itu benar. Tapi telah selalu mencoba mensyukuri. Merasa sampai pada saat ini bukan hasil dari, tetapi merasa ini barokah dan keberuntungan dariNya. Apakah telah salah atau sedang apa. Tapi inilah. Memang ini yang rasakan. Tidak bisa lagi membohongi diri sendiri. Seperti keahlian yang selalu diandalkan untuk menutupi kekurangan. Merasa. Merasa ini bukan. Tapi ini yang terjadi pada. Terlalu malu untuk frontal terbuka pada dunia dan isinya, manusianya, sekitar, mereka. Mereka yang jauh, dekat, dan akrab, apalagi sedarah. Tetap sa...
Fatamorgana Lalu ketika hari lalu berganti jadi sendu sendu kah rasaku tidak tak sesempit sisi petak kau sungguh sungguh indah di mata fatamorgana ketika hari berganti berlalu   mampukah dimensi hati membagi kegalauan air mata mengalir mengalir menganak sungai sungai ku tak layaknya amazon liar lugas tak terkawal aku  dia  mereka dan para pengawal kosong tapi penuh laron bak peron bergumam berlalu berganti tak peduli tenang riang ikuti sinar terang ketika dan hanya ditemani seandainya Nur Rochman Fatoni 30/03/2014 – 22.35

BERTANGGUNG JAWAB MENJAGA SEMANGAT

Sekarang ya jelas berbeda dari yang dulu. Dulu seakan membuka gerbang beton berangka baja yang tlah lama kaku oleh waktu; sungguh beratnya tak terurai. Dulu memang itulah ketika harus memulai. sekarang bukan lagi memulai. Sekarang adalah tinggal menjalani. Bagai telah berada di ruas jalan tuk kesana. Semua tinggal aku kan berlari, berjalan atau kadang istirahat sejenak.  Tlah kumulai dan tlah berjalan kini. Ku yakin kan sampai pada akhirnya yang indah nanti. Allah telah menyiapkan yang harus kita raih. Terus berdoa, berusaha, dan tawakal. Jaga diri, jaga hati, jaga fikiran, jaga semangat.  Aku adalah aku, Independen itu perlu. @NR_fatoni Yk, Jan22.2014: 23.29

pada hari ini

        Mengajukan Kembali Proposal Masa Depan, Ketika Kegalauan Berkecamuk di Pikiran Ketika kita merasa kebingungan. Rencana memang perlu. Tapi memang bukan kita yang menentukan. Waktu memang berjalan dengan tajam dan lugas. waktu tidak berjalan cepat sebetulnya. Hanya kita yang terkadang menghentikan atupun mengistirahatkan hak dan kewajiban diri. Ada yang bilang karena malas, bisa jadi, tapi semua hal ini, inilah kehidupan.  Ketika kita memilih sesuatu untuk difokuskan. Dan sekedar mengistirahatkan sesuatu yang lain. Apakah ini kesalahan? Apakah ini sebuah penundaan pada yang lain. Kata orang memang harus fokus pada 1 hal dulu, agar itu bisa berhasil dan sesuai yang diharpakan. Tapi sebetulnya jika dipikirkan lagi itu sedikit banyak membiarkan hal yang kita istirahtkan terselesaikan tertunda keberhasilannya. itu pilihan memang. Akan tetapi, rencana milik kita dan hasil milikNYA. Apa yang kita rencanakan terkadang tidak sesuai. Bukan tidak sesuai, tapi...
    shadow itu aku Apa Aku Apa Apakah Apakah aku Apa aku Apakah aku apa Apa  apakah aku Smeua ini galau semua ini sendu semua ini shadow Apakah shadow  apakah galau apakah sendu Apakh harus bego Apakh harus aku Ini tidak butuh dia Dan kami bukan mereka apakah apa aku Nur Rochman Fatoni 16/04/2011 – 08.05