Skip to main content

Posts

Aku merasakannya (lagi?)

Iya, aku merasakannya. Aku menikmati moment-moment ini. Rasa dimana aku ... ah memang aku merasakannya. Dia memang dia. Dia yang sedang mendampingiku. Dia dengan cinta dan sayangnya. Itu. Itu telah sedikit menggoreskan ukiran manis di hidupku saat ini. Aku tak mengira telah sampai saat ini aku mengecapnya.  Memang bukan aku yang memulainya. Tapi ini tetaplah indah. Terimakasih untuk telah memulainya. Aku kini akan mengusahakan untuk memulai yang lain untuknya. Lantas apa yang harus kita lanjutkan. Kita saling sepakat untuk menjalaninya dulu.  Aku yang tak menyadari ini, ternyata semua mengalir indah. Indah kurasa. Dan kuharap dia pun merasakan indah. Sedang menjalani dan ku rasa masih saling menjajaki. Aku memang belum memutuskan dan menetapkan apapun tapi aku sedang menikmati perjalanan ini. Ini memang indah. Dan dia telah membuatnya. Dia pun kifiir mungkin belum pula menetapkan dan memutuskan, atau mungkin aku juga tidak tahu. Dia bilang kenyamanan didapat ketika ...

SEDANG LELAH

       Aku lelah. Terus terang aku merasakannya. Terus terang aku merasakan hal dimana biasanya aku berkalimat-kalimat ku menasehati orang-orang yang kupedulikan. Dan sekarang aku kena. Ku dapat gilirannya. Hahahaha. Apakah ku pantas tersenyum ataukah ku juga harus menasehati diri ini sendiri akan kelelahan yang sedang ku rasa. Ya ALLAH tapi being honest aku merasakannya. Lebih sensitif, mudah marah, mudah 'baper' orang bilang, dan sedang tak suka untuk diatur.        Mengapa? Aku pun tak tahu. Mungkin ku bilang ini sudah waktunya. Waktu apa, apakah waktu untuk pamit? Apakah waktu untuk segera mencari yang baru? Apakah sudah pasti pula yang baru akan segera di dapat dan akan nyaman pula ku disana? Aku jawab aku tak tahu.       Tapi ini yang kurasa. Sudah berapa kali aku menulis; keluhan. Memang lemah diri ini. Aku merasakannya. Maaf ya ALLAH. Maaf wahai semua, aku bisa menasehati kamu dan kamu, tapi untukku sendiri pun aku tak kuas...

SEMPURNA

Menanti, melihat, menyaksikan dan merasa. Kebenaran milik siapa. Sempurna. Kenapa mendambakan yang sempurna disaat diri pun sulit mencapainya. Nafsu. Ya memang itu yang mungkin mensugesti fikiran dan rasa untuk sombong menilai. Dengan obsesi tinggi mendamba kesempurnaan dari yang diharapkan. Mencari dan terus mencari. Menemui dan lagi dan lagi menemui dia yang baru, dia yang berbeda. Selalu ada beda. Memang beda. Dan jelas tak sama. Yang bisa kita simpulkan bila sadar kalau mereka sama adalah mereka punya kelebihan, pun juga mereka punya kekurangan. Itu, ternyata, pasti. Dan itu, ternyata, memang benar. Itu kebenaran. Yang sampai sekarang belum diri ini pahami adalah barangkali obsesi nafsu yang terlalu tinggi dan kesulitan memberikan empati pada rasanya dan nafsunya.  Masihkan rasa ini akan terus mengejar dan merasa. Ingat, tak ada yang sempurna. Hanya DIA. 

PASSION TERPAKSA

PASSION itu rasa, Terpaksa juga rasa. Bagaimana apabila rasa yang tercipta tak sesuai dengan cita yang disemogakan. Aku ingin bilang apa. Ini yang dijalani sekarang. Hatiku tak bergetar disini. Malah terbeban fikiran sampai tidurku terbawa imajinasi tekanan. Apamau dikata, ini yang dijalani sekarang. Hati bergetar endorfin mengalir disaat yang diminati terkadang dipandang dan hanya merasa merasakan.  Terpaksa, menekan passion. Diminta sabar. Berusaha membiarkan. Hati fikiran merana. Aku sedang mengeluh. Iya memang.  Doa selalu terpanjat. Pasrah sebetulnya apakah semena-mena pasrah. Tidak bisa seperti itu. Tetapi memang kesulitan untuk bergerak. Terus terang tidak tau harus kumulai dari mana. Mencoba menghibur diri. Sendiri. Kadang juga memikirkan. Sendiri. Bersyukur dulu.
SUDAH Ketika sudah belum menjadi sudah, dan penundaan hanya sekedar wacana. Maka waktu mungkin kan sedikit terlupa sampai pada akhirnya diri merasa perlu. Apakah arti mengadu bila rasa tak berjumpa pada asa. Mungkin memang sebuah pilu bilamana teringat akan ilmu yang tergapai. Mencapainya merupakan kesempurnaan yang sering terlelap dalam ilusi bosan. Syukur kan mungkin merupakan jawaban. Namun nyata tak selalu bersambut pada rasa. Sudah hanyalah keputusasaan yang sejatinya diharamkan.
30 Paspor di Kelas Sang Professor,   Itu salah satu judul buku yang baru saja buka. beberapa halaman saja yang sempat saya baca. keburu ada customer dan keburu dilihat para SA dan security dan yang lainnya malah baca di area jual.  Yang masuk dalam pikiran saya adalah to be open mided itu penting memang sekarang. Di buku tersebut penulis sebagai dosen menyebutkan tugas pertama yang dia berikan kepada mhasiswanya adalah membuat pasport. Kenapa? Pasport adalah salah satu pintu gerbang atau legalisator kita untuk berhubungan di dunia luar dengan cara yang lebih nyata.  Terus ketika sudah punya paspor, bagaimana keluar negerinya. jangan tanyakan uang. itu jawabanya. Pertanyaan tentang uang hanya akan menghalangimu untuk mendapatkan apapun yang ingin dicapai.  Selalu ada cara. Ketika pasport ada, kita akan terotomatisasi untuk mencari jalan untuk menggunakan pasportnya. Sponsor, cari tiket dan harga hotel termurah, jasa mencuci piring direstoran ketika tidak a...

Tanpa AKU

Sedang Mencari Kenapa dan Bagaimana. Hidup.  Memang tidak bisa sendiri. Tapi memang terkadang ingin sendiri. Selalu butuh. Selalu butuh diperhatikan tapi menyendiri. Sebenarnya ingin itu, semua. Mungkin termasuk orang yang perfectionist; mungkin itu jawaban kenapa merasa selalu kurang. Apakah merasa selalu kurang atau sedang belajar menyadari sendiri.  Oh, Tuhan maafkan. Yang selalu merana dan meratapi. Katanya kurang bersyukur. Sejenak mungkin itu benar. Tapi telah selalu mencoba mensyukuri. Merasa sampai pada saat ini bukan hasil dari, tetapi merasa ini barokah dan keberuntungan dariNya. Apakah telah salah atau sedang apa. Tapi inilah. Memang ini yang rasakan. Tidak bisa lagi membohongi diri sendiri. Seperti keahlian yang selalu diandalkan untuk menutupi kekurangan. Merasa. Merasa ini bukan. Tapi ini yang terjadi pada. Terlalu malu untuk frontal terbuka pada dunia dan isinya, manusianya, sekitar, mereka. Mereka yang jauh, dekat, dan akrab, apalagi sedarah. Tetap sa...